Tampilkan postingan dengan label Barcode Information. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barcode Information. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2008

Masalah Yang Dapat Diatasi Barcode System

Masalah yang dapat di atasi oleh Barcode System pernah di bahas pada tulisan saya sebelumnya. Pada kesempatan ini saya ingin mengulas lebih detail mengenai point-point yang pernah di bahas pada tulisan saya sebelumnya.

Agar lebih jelas kita refresh lagi memory kita mengenai masalah yang bisa diatasi oleh Barcode System, masalah-masalah tersebut diantaranya :

1. Kesalahan Angka
2. Kesalahan Mata
3. Kesalahan Input Data
4. Keterlambatan

Saya akan coba bahas satu-persatu mengenai masalah-masalah diatas.

1. Kesalahan Angka
Kesalahan Angka disini adalah suatu kondisi dimana kita tidak bisa melihat secara sempurna angka yang harus kita masukkan. Misalkan pada suatu barang, Kode Barang yang harus kita masukkan di akhir tulisan kode tersebut angkanya tidak dapat secara jelas kita lihat karena tulisannya luntur/tidak sempurna lagi. Kita mungkin dapat mengira-ngira angka berapa yang harus kita input, tetapi dengan begitu kesalahan yang dapat terjadi sangat besar. Dari kesalahan kecil tersebut berapa kerugian yang ditimbulkan ? OK, kalau dari satu item saja mungkin kerugian tidak akan terlihat besar, tapi kalau dalam satu hari ada 5 item barang yang Kode Barang rusak, dan menyebabkan terjadi kesalahan input data. Dalam seminggu ada 30 kesalahan dalam sebulan ada 120 kesalahan, dalam setahun ada 1.440 kesalahan. Jumlah yang lumayan besar tentunya. Dengan Barcode System kita bisa meminimalisir bahkan menghilangkan terjadinya kesalahan angka, karena Scanner Barcode membaca Barcode bukan angka yang terdapat di bawah Barcode. jadi meskipun angka di bawah Barcode sudah tidak bisa dibaca lagi tetapi Barcode nya sendiri masih ada bagian yang sempurna ( tidak rusak ) secara horisontal maka Kode Barang tersebut masih dapat dibaca dengan benar.

2. Kesalahan Mata
Kesalahan Mata adalah suatu kondisi dimana angka yang digunakan sebagai patokan untuk proses Input Data tidak dapat dilihat dengan jelas, entah karena media yang digunakan kurang bagus, karena faktor cuaca yang ekstrim, atau karena keterbatasan manusia sendiri ( karena terlalu lelah bekerja ) dll. Apabila seseorang terlalu lama bekerja tentu saja fisik nya tidak akan sebagus ketika dia mulai bekerja di pagi hari misalnya. Dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap penglihatan seseorang, kita semua tahu kalau kita sudah terlalu lelah atau mengantuk penglihatan kita sudah tidak prima lagi, bisa jadi apa yang kita lihat tidak sama dengan apa yang kita Input Data nya karena tubuh kita sudah tidak bisa ber konsentrasi secara penuh lagi. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap kebenaran data yang di Input. Apabila kita menggunakan Barcode System, Scanner Barcode meskipun dipakai untuk membaca Barcode ribuan kali dalam sehari tidak akan terpengaruh oleh rasa lelah dan kantuk sehingga data yang dihasilkan dapat dipastikan akurat.

3. Kesalahan Input Data
Kesalahan Input Data hampir sama penyebabnya dengan kondisi di atas, pengaruh paling besar di akibatkan karena tubuh sudah tidak bisa ber konsentrasi secara penuh akibat terlalu diforsir bekerja sehingga apa yang kita masukkan tidak sama dengan apa yang kita lihat. Kemungkinan ini sangat bisa terjadi apalagi kalau User yang bersangkutan sangat kelelahan dan mengantuk. Apabila kita menggunakan Barcode System, Scanner Barcode meskipun dipakai untuk membaca Barcode ribuan kali dalam sehari tidak akan terpengaruh oleh rasa lelah dan kantuk sehingga data yang dihasilkan dapat dipastikan akurat.

4. Keterlambatan
Keterlambatan adalah suatu kondisi yang diakibatkan semua proses yang memerlukan Input Data dan pencarian Data bisa di lakukan secara manual sehingga terjadi penumpukan di point-point tertentu seperti Mesin Pembayaran Transaksi, Sistem pelayanan pelanggan dll. Dengan Barcode System tentu saja proses pembacaan data dan proses pencarian data lebih cepat dibandingkan dengan proses manual.

Oleh karena itu sangat wajar kalau Barcode System digunakan di berbagai macam bidang usaha yang memerlukan Kecepatan, Ketepatan, dan Keakuratan Data.Tetapi satu hal yang mesti diingat, bahwa dengan semakin maju nya teknologi, teknologi barcode dari awal diciptakan sampai sekarang dia hanya berfungsi sebagai pengganti keyboard saja, tidak kurang dan tidak lebih.

Thanks To My Mentor : Qduy, Rudi, Oni, Denny, Amir W, Ain, Ipunk, Eka, Angus, And All that always support me..

Senin, 17 November 2008

Mengapa Harus Menggunakan Barcode ?

Pada tulisan saya sebelumnya kita diberikan informasi mengenai kehebatan dan manfaat dari barcode. Setelah kita memperoleh informasi tersebut mungkin masih ada yang berfikir kenapa kita harus menggunakan Barcode di Bidang Usaha yang sudah berjalan.

Dibawah ini adalah pertimbangan yang harus kita perhatikan sebelum kita menerapkan Teknologi Barcode di bidang usaha kita
.1. Efisiensi : Barcode 10 x lebih cepat dibandingkan sistem data entry manual oleh manusia.
2. Akurasi : Studi akhir di sebuah Universitas di Amerika menunjukkan hanya satu kesalahan baca dari 4,4 juta kali pembacaan.
3. Handal : Dapat diandalkan untuk kapasitas pekerjaan dalam skala yang besar.

Dikarenakan fungsi Barcode hanya sebagai pengganti keyboard saja dalam memasukkan data, maka dibawah ini merupakan sebagian masalah yang dapat diatasi oleh Barcode :
1. Kesalahan Angka
2. Kesalahan Mata
3. Kesalahan Input Data
4. Keterlambatan

Oleh karena itu sangatlah wajar kalau Barcode itu Cepat , Tepat dan Akurat.

Kamis, 05 Juni 2008

Penggunaan Barcode ? Keuntungan Barcode ?


Mungkin dua pertanyaan diatas banyak dipikirkan oleh banyak orang atau pemilik suatu perusahaan, toko, gudang dan aspek-aspek usaha lainnya. Perlukah kita menggunakan Barcode ? Apa keuntungan dengan menggunakan Barcode ? Karena untuk menerapkan Barcode di bidang usaha memerlukan biaya yang cukup lumayan besar.

Dibalik biaya yang cukup besar untuk diinvestasikan di bidang Barcode ternyata ada keuntungan yang sangat besar yang bisa diperoleh dengan menerapkan teknologi Barcode. Adapun keuntungan dari penerapan Barcode adalah sebagai berikut :

1. Proses Input Data lebih Cepat, Tepat, dan Akurat
- Cepat : Barcode Scanner dapat membaca / merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual
- Tepat : Teknologi Barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
- Akurat : Teknologi Barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tingi.

2. Mengurangi Biaya
- Mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data.
- Mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.

3. Peningkatan Kinerja Manajemen
- Dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
- Kemampuan bersaing dengan perusahaan saingan / kompetitor akan lebih terjaga.

Penggunaan Barcode diatur oleh suatu lembaga yang mengatur mengenai perizinan penggunaan Barcode. Di Indonesia lembaga ini bernama GS1 Indonesia. Informasi mengenai penggunaan dan pengaturan sistem Barcode di Indonesia bisa dilihat di www.gs1.or.id

Senin, 17 Maret 2008

Macam-macam Simbologi Barcode


Barcode terdiri dari berbagai macam simbologi. Ada beberapa jenis simbologi barcode yang mungkin sering kita jumpai baik di setiap produk yang kita beli di supermarket atau dari label atau stiker yang terdapat di karton sebuah produk. Bagi sebagian orang Barcode hanyalah garis hitam putih biasa yang dibawah garis tersebut terdapat angka-angka tertentu, ternyata pendapat tersebut salah. Karena Barcode itu terdiri dari beberapa simbologi atau jenis yang satu sama lainnya berbeda baik jenis dan fungsinya. Berikut adalah beberapa simbologi barcode yang sering digunakan.

* CODE 128
Simbologi Barcode ini cocok digunakan apabila anda ingin memasukkan kode yang berupa Alpha numeric ke dalam Barcode. Jadi anda bisa memasukkan sebagian angka dan sebagian huruf kedalam barcode dengan menggunakan simbologi ini. Biasanya simbologi ini digunakan untuk kepentingan intern didalam suatu perusahaan, gudang, atau toko yang memerlukan kode-kode khusus untuk setiap barang dan kode tersebut terdapat huruf dan angka didalamnya.

* CODE 39
Hampir sama dengan CODE 128, malah ini merupakan asal-usul CODE 128. Karena CODE 39 merupakan salah satu simbologi Barcode yang paling tua. Perbedaan dengan CODE 128 adalah beberapa karakter ASCII belum bisa dimasukkan ke dalam simbologi ini, tapi untuk karakter A-Z, angka 0-9, +,-, dan spasi sudah bisa digunakan kedalam simbologi ini. Yang paling terlihat perbedaan dengan CODE 128 adalah lebar Barcode yang dihasilkan, karena lebar Barcode CODE 39 lebih lebar daripada lebar Barcode CODE 128. Oleh karena itu, apabila akan menggunakan Barcode yang bisa Alpha Numeric saya sarankan untuk menggunakan CODE 128 saja. Karakter Alpha numeric yang bisa dimasukkan akan dihasilkan menjadi huruf kapital ( huruf besar )

* Interleaved 2 Of 5 ( ITF )
Barcode ini hanya bisa melakukan encoding untuk angka saja. Apabila dibandingkan dengan simbologi UPC A untuk 10 angka, Barcode yng dihasilkan oleh simbologi ini lebih lebar daripada simbologi UPC A. Simbologi ITF hanya bisa melakukan proses encoding terhadap jumlah digit yang genap saja, apabila jumlah digitnya ganjil maka otomatis ditambahkan karakter 0 (nol) di depan angka yang sudah ada.

* UPC ( Universal Product Code )
UPC adalah Barcode Standard yang digunakan pada barang-barang yang dijual ke kalangan umum ( dibeberapa negara ). UPC adalah simbologi Barcode dengan sistem fixed length ( jumlah digit tetap ), dan hanya bisa untuk angka saja. 12 digit dalam simbologi Barcode ini mempunyai keterangan sebagai berikut : 1 digit pertama Number Characther System, 5 digit berikutnya adalah Manufacture Number ( kode perusahaan pemilik Barcode ), 5 digit berikutnya adalah Product Number ( kode produk atau nomor urut produk ), 1 digit terakhir adalah Check Digit atau angka untuk melakukan test validasi barcode. UPC terdiri dari 2 jenis UPC A ( 12 Digit ) dan UPC E ( 8 Digit ).

* Extended CODE 39
Simbologi Barcode ini merupakan pengembangan dari simbologi CODE 39, sudah bisa menghasilkan huruf besar dan huruf kecil. Tetapi semakin banyak huruf kecil yang dimasukkan semakin lebar Barcode yang dihasilkan.

* CODE 93
Pengembangan atau gabungan fungsi dari Simbologi Barcode CODE 39 dan Extended 39. Simbologi jenis ini ( termasuk Extended CODE 39 dan CODE 39 ) bukan jenis Barcode yang sering digunakan. Jadi apabila anda ingin menggunakan simbologi ini, scanner barcode anda mungkin harus di setting terlebih dahulu.

* CODABAR
Simbologi Barcode ini bisa melakukan encoding untuk angka dan karakter seperti "(-$:/+)" dan spasi. Biasanya di Amerika digunakan untuk membuat Barcode yang berisi keterangan harga barang saja.

* EAN ( Europe Article Number )
Simbologi Barcode ini merupakan simbologi yang juga dipakai di negara kita untuk identitas suatu produk. Keterangan untuk simbologi ini adalah : 3 digit pertama adalah untuk kode negara asal produk ( Indonesia mempunyai kode 899 ), 4 digit berikutnya adalah Manufacture Number ( kode perusahaan pemilik Barcode ), 5 digit berikutnya adalah Product Number ( kode produk atau nomor urut produk ), 1 digit terakhir adalah Check Digit atau angka untuk melakukan test validasi barcode. EAN terdiri dari 2 jenis yaitu EAN 13 dan EAN 8. Lembaga yang mengatur untuk Simbologi Barcode ini di Indonesia adalah GS1.

Meskipun terdapat banyak simbologi Barcode, tetapi hanya beberapa saja yang mungkin bisa kita jumpai di sekitar kita (yang paling sering kita lihat pasti EAN 13). Pada akhirnya penggunaan simbologi Barcode yang akan kita gunakan kembali lagi pada tingkat kebutuhan dan karakter apa saja yang akan dimasukkan kedalam Barcode tersebut.

Apabila ada informasi yang kurang jelas atau ingin tahu lebih banyak mengenai barcode, kami bersedia berbagi pengetahuan dan diskusi dengan rekan-rekan semua. Jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Dede RH

Rafa Solution
Telp. 022-70968124 / 0813 2024 0625
Email : jualbarcode@yahoo.com

Selasa, 04 Maret 2008

Simbologi Barcode, EAN 13 & EAN 8

Simbologi Barcode atau Type Barcode EAN 13 mungkin bisa disebut sebagai tipe barcode yang paling dikenal di Indonesia, kenapa bisa begitu ??? Karena rata-rata masyarakat umumnya mengetahui kalau barcode hanya digunakan di mini market kalau kita belanja saja, dan barcode yang digunakan di semua produk yang beredar di Indonesia menggunakan simbologi barcode EAN 13.

Penggunan barcode EAN 13 di Indonesia diatur oleh organisasi GS1. Barcode EAN 13 berjumlah 13 digit, dimana 13 digit tersebut dibagi menjadi 4 bagian yang memiliki arti khusus.
- Bagian Pertama : 3 Digit pertama Bagian ini mewakili kode negara, masing-masing negara mempunyai kode yang berbeda. Untuk Indonesia kode nya adalah 899. Oleh karena itu semua produk buatan Indonesia yang mendaftarkan secara resmi kode barcode mereka akan menggunakan kode 899 pada 3 digit awal barcode karena itu merupakan kode negara Indonesia dan tidak mungkin sama dengan kode negara lain. Tiga angka diatas mempunyai istilah FLAG.

- Bagian Kedua : 4 Digit Selanjutnya Bagian ini digunakan untuk identitas perusahaan atau "Manufacture Number". Misalnya perusahaan Maju Terus mendaftar ke GS1 untuk produk barcode mereka. Jika perusahaan tersebut mendapatkan nomor penerbitan perusahaan yaitu "1234", maka barcode mereka akan menjadi seperti ini "8991234". Nomor penerbitan perusahaan ini berbeda satu dengan yang lain, oleh karena itu musthil terjadi duplikasi data barcode.

- Bagian Ketiga : 5 Digit Selanjutnya Bagian ini adalah bagian untuk mewakili kode produk dari masing-masing perusahaan. Biasanya dalam produk yang sama meskipun ada penambahan sedikitpun pasti akan menggunakan kode produk yang berbeda untuk digunakan di barcode mereka.

- Bagian Keempat : 1 Digit Cek Digit disusun secara aritmatik dari 12 digit sebelumnya dan dihitung secara otomatis oleh sebuah aplikasi sederhana untuk menghitung check digit. Check digit ini juga berfungsi untuk memastikan bahwa barcode dibaca secara akurat oleh Barcode Reader.

Apabila ada informasi yang kurang jelas atau ingin tahu lebih banyak mengenai barcode, kami bersedia berbagi pengetahuan dan diskusi dengan rekan-rekan semua. Jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Dede RH
Rafa Solution 022-70968124 / 0813 2024 0625
email : jualbarcode@yahoo.com

Selasa, 26 Februari 2008

Label Barcode dan Ribbon Barcode


Label Barcode dan Ribbon Barcode mungkin sudah tidak terlalu asing lagi terdengar di telinga kita. Apabila kita membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari di mini market atau membeli pakaian, kita mungkin melihat ada stiker yang berisikan nama barang, harga dan kode Barcode. Sekilas mungkin tampak seperti stiker biasa saja, tetapi kenyataannya dibutuhkan tipe dan bentuk kemasan khusus agar stiker tersebut dapat dipakai untuk mencetak Barcode dengan menggunakan printer Barcode.

Label Barcode pada dasarnya adalah stiker dengan kegunaan untuk mencetak barcode pada printer barcode. Stiker barcode dapat dibedakan berdasarkan tipe atau karakteristik label itu sendiri. (Istilah yang saya gunakan mungkin hanya berlaku di perusahaan tempat saya bekerja saja, tapi karakteristik label mungkin sama)

1. Semi Coat
Adalah label Barcode dengan karakteristik mempunyai semacam lapisan ( coat ) pada lapisan stiker paling atas. Lapisan ini berfungsi untuk menutup pori-pori pada kertas stiker agar pada saat mencetak barcode menggunakan printer barcode, unsur carbon ribbon dapat tercetak dengan sempurna ( Printer Barcode bisa mencetak barcode dengan teknologi Thermal Transfer, yaitu proses cetak barcode dilakukan dengan cara printer mengalirkan panas ke Head Printer dimana Head Printer bersentuhan langsung dengan Ribbon Barcode, sehingga unsur ribbon bisa menempel di label barcode). Lapisan ini menyebabkab label terlihat mengkilat apabila kita letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan lebih tahan terhadap cipratan air. Label barcode Semi Coat bisa dibilang label barcode yang paling ekonomis karena harganya lebih murah dibanding label barcode lainnya. Label ini cocok digunakan dengan menggunakan ribbon barcode type Excellent Wax ( ribbon Barcode yang unsur wax nya lebih dominan ).

2. Vallum
Adalah label barcode dengan karakteristik yang tidak disertai lapisan pada bagian paling atas dari stiker. Hal ini menyebabkan label barcode jenis ini terlihat lebih putih dan bersih dibanding dengan label barcode Semi Coat. Hasil cetak dengan menggunakan label barcode type Vallum ini merekat lebih kuat dibandingkan dengan hasil cetak dengan menggunakan Semi Coat, karena unsur ribbon yang menempel di label diserap oleh label secara sempurna karena pori-pori label tidak tertutup oleh lapisan. Label ini menggunakan ribbon barcode tipe Excellent Wax sama seperti label barcode Semi Coat. Tetapi apabila terkena cipratan air, label ini lebih cenderung cepat rusak karena lapisan kertas stiker tidak terlindungi lapisan dan air langsung terserap oleh kertas stiker.

3. Yufo
Adalah label barcode dengan karakteristik tahan air, tahan panas, dan anti sobek. Label ini cocok digunakan untuk penggunaan di luar ruangan (terkena terik matahari, air hujan dan udara terbuka). Label ini cenderung seperti bahan stiker hologram tetapi tidak mengkilat. Hasil cetak pada label barcode tipe YUFO ini tidak akan hilang meskipun kita gosok dengan kuat. Lem stiker pun lebih kuat dibanding dengan label barcode tipe Semi Coat dan Vallum. Ribbon barcode yang cocok digunakan dengan label ini adalah ribbon barcode dengan type Excellent Resin ( ribbon barcode dengan unsur wax paling rendah ). Dengan segala kelebihannya label barcode ini pun lebih mahal dibandingkan dengan label barcode tipe Semi Coat atau Vallum.

Label Barcode dan Ribbon Barcode dikemas dalam kemasan Roll. Panjang Label dan Ribbon tergantung kepada jenis printer dan merk printer barcode. Barcode printer sendiri di Indonesia ada beberapa macam, tetapi yang umum digunakan antara lain : SATO, ZEBRA, TEC dan lain-lain.


Anda memerlukan Label Barcode atau Ribbon Barcode ?

Hubungi kami, dan kami akan memberikan solusi untuk anda.

Dede RH

Rafa Solution
022-70968124
081320240625

Jumat, 22 Februari 2008

Label ID, Perlu ditampilkan pada barcode ?

Bagi yang sering berurusan dengan Barcode pasti sudah mengenal simbologi atau type barcode EAN13 atau simbologi lainnya. Bagi yang belum mengerti apa itu simbologi barcode, Insya Allah akan saya jelaskan secara lengkap nanti tapi untuk singkatnya simbologi barcode adalah tipe barcode itu sendiri dimana simbologi barcode terdapat beberapa macam diantaranya EAN-13, EAN-8, UPC-A, UPC-E, Code 128 dan banyak lagi.

Beberapa hari yang lalu saya menjual sebuah Scanner Barcode DATALOGIC PSC Magellan 1000i ke salah satu client yang sering membeli Barcode Hardware untuk digunakan dengan Sistem Point Of Sales yang mereka kembangkan ( kebetulan client saya sering menjual software untuk POS dan sepertinya software yang mereka buat cukup handal, karena sudah dipakai di beberapa toko di Pasar Baru Bandung dimana intensitas transaksi cukup tinggi tetapi dengan software tersebut bisa cukup terbantu dalam melayani konsumen yang lumayan banyak dan tidak ada Bug yang muncul ), sesudah melakukan test hardware dan pembayaran selesai saya pulang. Tetapi besok siangnya saya mendapat telepon dari client yang memberi tahu kalau scanner yang dikirim kemarin ada masalah, menurut informasi beliau huruf yang ada di depan kode barang di semua produk tidak muncul.

Saya masih bingung, karena sepengetahuan saya kode barcode di produk-produk yang beredar di Indonesia menggunakan simbologi Barcode EAN-13 yang hanya berisikan angka saja. Saya datang langsung ke toko dan setelah saya cek dengan scanner barcode yang mereka miliki sebelumnya ( PSC VS 2200 ) memang ada huruf alphabet di depan kode barcode yang di scan. Saya hanya termenung meliht ada huruf "F" didepan kode barcode sebuah merk rokok lokal. Selama 4 tahun bekerja di dunia barcode baru hari itu saya melihat hal seperti ini. Saya pun meminta izin untuk cek hardware yang saya kirim tempo hari. Setelah saya cek, ternyata memang ada fitur untuk menampilkan huruf pada simbologi barcode yaitu "LABEL ID", setelah saya setting Scanner DATALOGIC PSC Magellan 1000i bisa juga menampilkan Label ID pada semua barcode yang saya scan.

Sebenarnya Label ID tidak terlalu penting dan sangat jarang digunakan, tetapi untuk menambah wawasan kita ada baiknya juga mengetahui hal ini. Karena hampir semua retail atau Point Of Sales yang saya tahu tidak ada yang menggunakan atau mengaktifkan Label ID. Karena pada Label Barcode nya sendiri Label ID tidak dicantumkan, contoh sebuah produk mempunyai kode barcode 8991234567890, ketika di scan menggunakan Scanner Barcode muncul F8991234567890. Di PC muncul huruf F, padahal di label barcode tidak ada huruf "F". Inilah yang dinamakan Label ID.

Jadi apabila ada rekan-rekan yang sedang scan barcode EAN-13 atau simbologi lainnya tiba-tiba muncul karakter asing jangan kaget, mungkin itu hanya Label ID saja. Apabila diperlukan biarkan saja aktif, tapi apabila tidak diperlukan setting saja scanner barcode anda ke setting default agar Label ID tidak muncul.

Mudah-mudahan informasi dan pengalaman ini bermanfaat bagi kita semua.

Masih ada petanyaan tentng Barcode System atau P.O.S Application ?
Perlu Barcode Scanner, Barcode Printer, Mini Printer , Label Barcode ?

Hubungi : Dede R H ( Rafa Solution )
022-70968124 / 0813 2024 0625
email : jualbarcode@yahoo.com

Rabu, 20 Februari 2008

Barcode, Pengertian dan Kegunaan..


Pengertian Barcode dapat diartikan sebagai kumpulan kode yang berbentuk garis, dimana masing-masing ketebalan setiap garis berbeda sesuai dengan isi kodenya. Barcode pertama kalinya diperkenalkan dan dipatenkan di Amerika
oleh Norman Joseph Woodland dan Bernard Silver mahasiswa Drexel Institute of Technology pada akhir 40-an. Implementasi Barcode dimungkinkan atas kerja keras dua orang insinyur yaitu Raymond Alexander dan Frank Stietz. Sampai akhirnya pada tahun 1966 Barcode
digunakan untuk kepentingan komersial meskipun belum terlalu dirasakan keberhasilannya sampai tahun 80-an.

Barcode adalah informasi terbacakan mesin ( machine readable ) dalam format visual yang tercetak. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alt baca barcode atau lebih dikenal dengan Barcode Scanner. Merk Barcode Scanner yang terkenal diantaranya DATALOGIC PSC,
HHP, CHIPERLAB, ZEBEX, dan lain-lain. Seiring semakin bertambahnya penggunaan barcode, kini barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ASCII. Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan
inovasi baru berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur sangkar. 2D Barcode ini diantaranya adalah PDF Code, QRCode, Matrix Code dan lain-lain. Dengan menggunakan 2D code karakter yang bisa kita masukkan ke Barcode bisa semakin banyak, dengan 1D Barcode biasanya kita hanya memasukkan kode 5-20 digit tetapi dengan 2D Barcode kita bisa memasukkan sampai ratusan digit kode. Saya pernah menangani pembuatan program di Toyota Tsuhsho Logistic Centre yang menggunkan 2D Code sampai 200 digit karakter.

Barcode yang kita kenal dan yang paling gampang kita ketahui manfaatnya yaitu kalau kita belanja di supermarket atau swalayan. Kita dapat melihat manfaat dari Barcode dapat meningkatkan kecepatan dalam melayanai pelanggan dan meningkatkan akurasi data produk yang di input oleh kasir. Di Indonesia sendiri organisasi yang mengelola dan mengatur penggunaan Barcode adalah GS1. Dengan mendaftarkan kode barcode perusahaan ke GS1 maka perusahaan tersebut akan mendapatkan kode barcode khusus yang tidak akan bisa diduplikasi oleh perusahaan lain. Simbologi yang dipakai di GS1 adalah EAN atau Europe Article Number yang terdiri dari 13 atau 8 digit. Informasi lebih lanjut mengenai GS1 bisa dilihat di situsnya GS1 Indonesia.

Penggunaan Barcode sangat dirasakan manfaatnya mulai dari kebutuhan Retail, Industri, Farmasi, Bidang Kesehatan, dan bahkan di instasi pemerintahan seperti PLN, dimana untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan mulai menggunakan Barcode System. Saya sendiri pernah membuat dan mengaplikasikan program Catat Meter Pelanggan dengan Barcode System di beberapa APJ (Area Pelayanan Jaringan ) seperti PLN APJ Bekasi, PLN APJ Purwakarta dan Plered, PLN UPJ Bandung Utara, PLN APJ Surabaya Barat, PLN Cabang Banyuwangi, PLN Cabang Sulawesi Selatan dan Kendari. Memang setelah menggunakan Barcode System ada peningkatan yang signifikan terhadap kualitas dan akurasi pencatatan meter pelanggan dibandingkan dengan sistem manual. Selain di PLN, saya pernah membuat aplikasi Barcode System mulai dari Inventory Control, Fixed Asset , Sistem Absensi, Security System, Starter Pack Mobile-8 Label, Retail POS, Event Organizer dan lain-lain.

Jika anda tertarik dengan penggunaan Barcode untuk di aplikasikan di perusahaan atau tempat anda jangan sungkan untuk mengubungi saya. Saya akan berbagi ilmu dan pengalaman saya di bidang Barcode dan semoga bisa menjadi solusi dan menambah wawasan kita semua.


Dede RH

Rafa Solution
Komplek Ujungberung Regency B9. Ujungberung Bandung
Telepon : 022-70968124 / 0813 2024 0625
E-mail : jualbarcode@yahoo.com
www.rafasolution.indonetwork.co.id